Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional (FISIP Unas) baru-baru ini menyelenggarakan sebuah seminar bertajuk ‘Communicate to Inspire: Menjadi Komunikator yang Efektif’. Kegiatan itu dilangsungkan pada 10 Januari 2025 dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa demi persiapan menghadapi tantangan dunia kerja dan akademik.
Seminar tersebut diisi oleh Wury F.S, yang merupakan Ketua Tim Kerja Publikasi Media Massa dari Biro Humas dan Protokol Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Dalam materinya, Wury memberi penekanan pada pentingnya kemampuan komunikasi dalam menentukan kesuksesan di berbagai aspek kehidupan.
“Kemampuan komunikasi kini menjadi faktor penentu kesuksesan seseorang, melampaui sekadar kecerdasan akademik atau capaian IPK,” ungkap Wury dalam keterangan resminya. Pernyataan ini sejalan dengan hasil riset yang menunjukkan bahwa banyak individu gagal menyampaikan ide-ide brilian karena kurangnya keberanian serta keterampilan berbicara di depan umum.
Urgensi Kemampuan Berkomunikasi di Zaman Modern
Di era digital saat ini, kemampuan berkomunikasi yang efektif menjadi semakin penting. Banyak mahasiswa yang aktif di media sosial, namun sering kali mereka mengalami kesulitan saat harus berdiskusi dalam forum formal. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda yang harus bersaing di dunia profesional.
Hal ini menuntut individu untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri saat menyampaikan pendapat. Wury juga menekankan bahwa keberanian untuk menyampaikan ide dan gagasan harus didukung oleh keterampilan komunikasi yang baik. Oleh karena itu, pelatihan seperti seminar ini menjadi langkah yang sangat relevan.
Dalam materinya, Wury mengingatkan mahasiswa untuk tidak menunggu hingga sempurna untuk mulai berbicara. Dia menyatakan bahwa setiap orang memiliki suara dan ide yang layak didengar. Hal ini mencerminkan pentingnya menjalin komunikasi yang efektif dengan menggunakan pendekatan yang tepat.
Komunikasi Efektif: Bukan Hanya soal Bicara
Menurut Wury, komunikasi yang efektif tidak hanya tentang berbicara dengan baik. Ia menjelaskan bahwa cara menyampaikan pesan haruslah jelas, relevan, dan tulus. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk memahami audiencia sebelum menyampaikan pesan.
Lebih jauh, dia menekankan bahwa ada tiga pilar utama untuk menjadi komunikator yang efektif. Pilar tersebut adalah mindset untuk berani mencoba, menyusun pesan dengan sederhana dan terstruktur, serta menggunakan teknik penyampaian yang baik, termasuk bahasa tubuh dan intonasi suara.
Setiap individu perlu memahami bahwa pesan yang sederhana dan terstruktur jauh lebih mudah dicerna oleh pendengar. Dengan cara ini, ide dan gagasan akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh orang lain.
Pentingnya Mindset dalam Berkomunikasi
Mindset yang berani untuk mencoba dan berinovasi dalam berkomunikasi juga perlu dikembangkan. Wury menekankan bahwa mahasiswa harus berani berbicara meskipun tidak merasa sepenuhnya siap. “Jangan tunggu sempurna untuk mulai berbicara,” ujarnya dengan tegas.
Pentingnya memiliki pola pikir yang terbuka dan inovatif dalam berkomunikasi menjadi elemen krusial. Dengan demikian, mahasiswa akan lebih siap untuk menghadapi tantangan komunikasi di masa depan. Menerapkan pola pikir yang positif akan membantu mereka lebih percaya diri saat melakukan presentasi atau berinteraksi dengan orang lain.
Guru besar komunikatif tersebut juga menyarankan agar setiap peserta seminar mengambil inisiatif untuk membagikan pengalaman dan ide-ide yang inovatif. “Suara kamu penting, dan ide kamu layak didengar,” tambahnya.











