Kayu jati telah lama menjadi simbol kemewahan dan daya tahan dalam dunia furnitur. Keberadaan kayu ini tidak hanya menawarkan estetika yang menawan, tetapi juga kekuatan yang luar biasa, menjadikannya sebagai pilihan utama bagi banyak orang.
Sering kali, orang menginvestasikan uang lebih untuk mendapatkan furnitur yang terbuat dari kayu jati asli. Namun, tidak semua produk yang dijual di pasaran adalah jati murni, menghadirkan tantangan tersendiri bagi konsumen yang ingin mendapatkan kualitas terbaik.
Pada masa sekarang, kursi jati oplosan telah merebak di pasaran. Produk ini biasanya terbuat dari campuran kayu lain dan sering disamarkan dengan finishing untuk menyerupai kayu jati, yang bisa membingungkan pembeli awam.
Ciri-Ciri Kayu Jati Asli yang Perlu Diketahui Konsumen
Salah satu aspek penting dalam membedakan kayu jati asli dari kursi oplosan adalah melihat serat kayunya. Kayu jati asli memiliki pola serat yang sangat khas dan unik, berbeda dengan kayu campuran yang cenderung memiliki pola serat yang kurang beragam.
Selain itu, warna kayu jati asli cenderung lebih dalam dan kaya, seringkali dengan nuansa keemasan. Ini berbeda dengan kayu oplosan yang seringkali tampak lebih cerah dan bahkan tidak merata, menambah kesulitan dalam identifikasi.
Aroma kayu jati saat dipotong pun menjadi salah satu petunjuk keaslian. Kayu jati yang asli mengeluarkan aroma khas yang kuat, sedangkan kayu oplosan biasanya tidak memiliki karakteristik aroma yang sama.
Pentingnya Memperhatikan Daya Tahan dan Kekuatan
Daya tahan kayu jati asli menjadi faktor utama dalam penilaian kualitas furnitur. Kayu ini terkenal tahan terhadap serangan rayap dan kelembaban, sehingga lebih awet dibandingkan kayu lainnya.
Kursi oplosan, di sisi lain, seringkali akan menunjukkan tanda-tanda kerusakan lebih cepat, seperti retak dan patah. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk memahami bahwa investasi pada kayu jati asli merupakan langkah yang lebih bijaksana.
Selain itu, dampak dari kualitas kayu pada kenyamanan juga tidak bisa diabaikan. Kayu jati asli lebih nyaman untuk digunakan dalam jangka waktu lama dibandingkan kayu yang telah dicampur.
Tips Mudah Membedakan Kayu Jati Asli dan Oplosan
Salah satu cara paling sederhana adalah dengan melakukan tes goresan. Jika permukaan kayu dapat tergores dengan mudah, kemungkinan besar itu bukan jati asli.
Memanfaatkan berat kayu juga bisa menjadi indikasi. Kayu jati asli memiliki densitas yang lebih tinggi, sehingga terasa lebih berat dibandingkan kayu oplosan.
Pembeli juga dapat mencoba mengamati detail dari pengerjaan furnitur. Kayu jati asli cenderung diolah dengan lebih baik, dengan detail yang rapi dan halus, sedangkan kursi oplosan seringkali menunjukkan tanda-tanda pengerjaan yang kurang teliti.










