Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, kembali menegaskan pentingnya upaya pemerintah provinsi dalam memperbaiki tata ruang di ibu kota. Salah satu langkah strategisnya adalah mengoptimalkan lahan yang ada menjadi ruang terbuka hijau yang produktif dan bermanfaat bagi warga.
Tindakan ini terlihat jelas saat Pramono melakukan peninjauan ke Taman Gapura Muka di Cakung, Jakarta Timur. Ruang tersebut bukan hanya menambah nilai estetika, tetapi juga menunjukkan komitmennya untuk memenuhi target Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ideal bagi masyarakat.
Gubernur menekankan, penciptaan ruang terbuka ini bertujuan untuk membuat Jakarta lebih hijau dan nyaman. Dengan memanfaatkan area-area yang ada, mereka bisa dikembangkan menjadi taman vertikal atau taman hujan yang inovatif.
Ia menyatakan, pentingnya transformasi fungsi lahan agar tidak menjadi ruang pasif semata. Setiap bagian lahan, termasuk area di bawah infrastruktur besar, seharusnya bisa disulap menjadi paru-paru kota baru yang memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi warga Jakarta.
Visi ini sejalan dengan keinginan untuk menjadikan Jakarta lebih humanis, dengan akses yang lebih baik ke udara bersih dan ruang interaksi yang sehat. Pramono juga mendorong penerapan konsep penghijauan yang tidak hanya berfokus pada metode tradisional.
Transformasi Ruang Terbuka Hijau untuk Jakarta yang Lebih Baik
Konsep penghijauan modern seperti taman vertikal dan taman hujan sangat penting dalam pengembangan RTH. Taman vertikal dapat mengatasi keterbatasan lahan, sedangkan taman hujan berfungsi sebagai daerah resapan air yang menjamin ketersediaan air tanah.
Upaya ini menjadi krusial karena data menunjukkan luas RTH di Jakarta saat ini hanya sebesar 6,48 persen dari total wilayah kota. Di tengah pertumbuhan penduduk yang pesat, angka ini tergolong memprihatinkan.
RTH yang ideal seharusnya mencapai minimal 30 persen dari luas total wilayah kota sesuai dengan Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya perluasan dan peningkatan kualitas ruang terbuka di Jakarta.
Peresmian Taman Gapura Muka menjadi bagian dari puzzle penting dalam mencapai target ini. Dengan penataan yang baik, taman-taman ini dapat menjadi ruang publik yang nyaman dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Pramono menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menciptakan keseimbangan antara pembangunan fisik dan kelestarian lingkungan. Melalui transformasi lahan, diharapkan Jakarta bisa menjadi kota yang lebih berkelanjutan.
Peran Taman Dalam Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan
Ruang terbuka hijau memainkan peranan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Taman-taman yang ditata dengan baik dapat menawarkan tempat bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati alam.
Selain itu, RTH dapat membantu mengurangi efek pencemaran udara yang dihadapi kota besar seperti Jakarta. Dengan lebih banyak tanaman, kualitas udara yang buruk dapat diperbaiki, memberi manfaat langsung bagi kesehatan warga.
Pramono menilai, kreativitas dalam menciptakan ruang hijau yang fungsional sangatlah penting. Penggunaan teknologi modern seperti taman vertikal dan taman hujan menunjang fungsi ekologi dan sosial dengan cara yang inovatif.
Konsep ini diharapkan akan mampu memperbaiki citra Jakarta sebagai kota metropolitan yang tidak hanya maju, tapi juga ramah lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan terhadap pengembangan RTH harus lebih progresif dan inklusif.
Pramono berpendapat bahwa setiap orang, tanpa memandang status sosial, seharusnya memiliki akses ke ruang terbuka hijau. Dengan demikian, kota bisa menjadi tempat tinggal yang lebih beregenerasi dan menyenangkan.
Pentingnya Kerja Sama dalam Mewujudkan RTH Ideal di Jakarta
Dalam mewujudkan ruang terbuka hijau yang ideal, diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta, semuanya harus berperan aktif untuk mendukung konsep penghijauan ini.
Kerja sama ini penting untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul, seperti pembebasan lahan dan pengelolaan ruang terbuka. Setiap pihak perlu memiliki visi yang sama dalam menciptakan Jakarta yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Pendidikan terkait manfaat ruang terbuka hijau kepada masyarakat juga tidak kalah penting. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya RTH, masyarakat dapat lebih terlibat dalam program-program penghijauan yang ada.
Pemerintah juga perlu memberikan dukungan melalui kebijakan yang mendukung pengembangan RTH. Hanya dengan kebijakan yang tepat dan partisipasi aktif, Jakarta dapat mencapai target RTH yang ideal.
Pramono mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu dalam upaya mencapai keadaan ideal ini. Dengan gotong royong, tentu saja, Jakarta bisa menjadi tempat yang lebih bersih, hijau, dan nyaman untuk semua warganya.











