Budidaya ikan lele menjadi salah satu alternatif usaha yang menjanjikan bagi banyak orang, terutama pada masa pandemi. Dengan metode yang tepat, berbagai kendala dapat diatasi dan profit yang diperoleh dapat memadai.
Proses awal dalam ternak lele bukanlah hal yang sulit jika diikuti dengan ketelitian. Penentuan lokasi dan pemilihan alat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya.
Menentukan tempat dan jenis kolam merupakan langkah awal yang perlu diperhatikan. Kolam terpal sering dijadikan pilihan karena efisiensi ruang dan pemeliharaannya yang lebih mudah dibandingkan kolam beton.
Pemilihan Lokasi dan Jenis Kolam Ternak Lele
Seiring dengan pertumbuhan kebutuhan akan ikan lele, menentukan lokasi yang tepat menjadi hal krusial. Pilih lokasi yang dekat dengan sumber air bersih dan memiliki sinar matahari yang cukup.
Untuk kolam terpal, sediakan kolam bulat dengan diameter antara 1-2 meter atau kolam berbentuk kotak dengan ukuran 1×2 meter. Ukuran ini sudah cukup untuk budidaya dalam skala kecil.
Pemilihan lokasi yang strategis dapat mendukung pertumbuhan lele dengan baik. Pastikan tidak ada pencemaran di sekitar area pemeliharaan agar kualitas air tetap terjaga.
Memilih Material Terpal yang Tepat untuk Kolam
Material terpal yang digunakan juga menentukan keberhasilan budidaya. Oleh karena itu, pilih terpal jenis A12 atau A15 yang dianjurkan karena kualitasnya yang terjamin.
Terpal dengan serat kain yang rapat memiliki ketahanan lebih lama, bahkan bisa bertahan hingga 3-5 tahun. Pastikan juga rangka penyangga kolam cukup kuat untuk menahan tekanan air dan tidak mudah ambruk.
Perawatan dan pemeriksaan secara berkala terhadap terpal sangat penting. Hal ini untuk menghindari kerusakan yang dapat mengganggu kesehatan ikan lele.
Proses Sterilisasi Wadah Budidaya Ikan Lele
Sebelum kolam diisi air, langkah sterilisasi sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan zat-zat kimia berbahaya yang terdapat pada terpal baru.
Cara yang bisa ditempuh yaitu mencuci terpal dengan menggunakan potongan daun pepaya atau sabun ringan. Bilas hingga bersih agar bau plastik dan zat kimia hilang sebelum bibit lele dimasukkan ke dalam kolam.
Proses ini menjadi kunci untuk menjaga kesehatan ikan lele yang akan dibudidayakan. Ikan yang sehat akan lebih cepat tumbuh dan menghasilkan panen yang memuaskan.
Manajemen Air dalam Budidaya Lele dengan Air Minim Kuras
Manajemen air menjadi salah satu aspek penting dalam ternak lele. Menciptakan ekosistem “Air Hijau” atau “Bioflok Sederhana” akan membantu menjaga keseimbangan lingkungan kolam.
Dengan sistem ini, kotoran ikan tidak akan menumpuk menjadi amonia berbahaya, melainkan diolah oleh bakteri menjadi pakan tambahan. Ini berarti kita juga ikut berperan dalam pengurangan sampah organik di kolam.
Perawatan air yang baik akan mengoptimalkan pertumbuhan ikan lele, sehingga meningkatkan efisiensi budidaya. Oleh karena itu, pastikan untuk memantau kondisi air secara rutin.
Fermentasi Air Sebelum Memasukkan Bibit Lele
Setelah kolam siap, tambahkan air setinggi 40-50 cm dan proses selanjutnya adalah fermentasi air. Proses ini bertujuan untuk menetralkan pH dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi bibit lele.
Masukkan garam krosok untuk menetralkan pH dan tambahkan probiotik bersama sedikit molase atau gula merah. Diamkan kolam selama 7-10 hari hingga kondisi air berubah warna dan mulai muncul jentik-jentik alami.
Fermentasi yang baik akan menyediakan nutrisi penting bagi bakteri pengurai dan ikan. Kolam yang sehat akan lebih cepat menarik perhatian konsumen ketika panen tiba.
Menjaga Kualitas Air Tanpa Ganti Total
Mempertahankan kualitas air menjadi tantangan tersendiri dalam budidaya. Jangan tergesa-gesa untuk mengganti air jika tercium bau tidak sedap; cukup buang 10-20% air yang terkontaminasi.
Setelah membuang sebagian air, tambahkan air baru ke dalam kolam. Penggunaan probiotik secara rutin setiap dua minggu akan membantu menjaga kesegaran air dan mencegah bau busuk.
Dengan memelihara kualitas air yang baik, pertumbuhan ikan lele bisa lebih optimal. Ini akan berakaan pada hasil panen yang memuaskan baik dari segi kuantitas maupun kualitas.










