Beberapa kawasan rawan banjir di Surabaya mulai menunjukkan perbaikan yang signifikan. Ini adalah hasil nyata dari upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah genangan air yang sering terjadi, khususnya saat musim hujan tiba.
Secara bertahap, titik-titik yang dulunya sering tergenang kini telah terbebas dari genangan. Hal ini memberikan harapan baru bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut, sekaligus menjadi contoh keberhasilan pengelolaan sistem drainase yang lebih baik.
Pemerintah setempat terus berupaya untuk meningkatkan kondisi drainase meskipun beberapa wilayah masih membutuhkan perhatian lebih. Melalui proyek-proyek ini, diharapkan dampak banjir dapat diminimalkan untuk memberikan kenyamanan bagi warga.
Transformasi Kawasan Rawan Banjir di Surabaya
Kawasan yang dulunya dikenal sebagai langganan banjir kini telah berubah secara drastis. Salah satu contohnya adalah Jalan Ahmad Yani yang berada tepat di depan Rumah Sakit Islam, sebagai titik fokus kesuksesan pengelolaan drainase.
Meski hujan turun deras, wilayah tersebut kini terbukti mampu menampung air dengan baik. Hal ini berkat sistem pompa yang terintegrasi dan drainase yang telah diperbarui untuk mengalirkan air dengan lebih efisien.
Perubahan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk para pejabat tinggi. Kehadiran Wakil Menteri untuk melihat langsung kondisi tersebut menjadi bukti nyata atas keberhasilan upaya yang sudah dilakukan.
Kawasan Dukuh Kupang Kini Bebas Banjir
Salah satu keberhasilan yang sangat mencolok adalah transformasi yang terjadi di Dukuh Kupang. Selama lebih dari 50 tahun, kawasan ini dikenal sebagai daerah yang rawan banjir, namun saat ini sudah tidak lagi mengalami masalah tersebut.
Dulu, air dapat menggenangi hingga setinggi leher, namun kini masyarakat dapat merasakan perubahan yang signifikan. Ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa upaya yang dilakukan pemerintah menunjukkan hasil yang positif.
Warga setempat kini merasa lebih aman dan nyaman dengan kondisi lingkungan yang lebih baik. Aktivitas sehari-hari mereka tidak lagi terganggu oleh ancaman genangan air, terutama saat hujan deras.
Proses Berkelanjutan dalam Penanganan Banjir
Walaupun ada pencapaian yang signifikan, penanganan banjir di Surabaya masih memerlukan perhatian yang berkelanjutan. Beberapa wilayah lain seperti Ketintang, Gayungan, dan Margorejo masih dalam tahap pengerjaan untuk meningkatkan sistem drainase mereka.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga agar semua sistem yang telah dibangun tetap berfungsi dengan baik. Ini termasuk perawatan dan pemeliharaan rutin untuk memastikan tidak ada lagi genangan yang menyebabkan masalah di masa depan.
Dengan pendekatan ini, diharapkan bahwa setiap sudut kota bisa bebas dari banjir. Masyarakat pun turut dilibatkan untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun demi kemajuan bersama.










