Kepergian Affan Kurniawan meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya dan masyarakat luas. Anak muda yang menjadi pengemudi ojek online ini tewas dengan cara yang tragis, dilindas oleh kendaraan taktis saat demonstrasi pada 28 Agustus 2025.
Kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke rumah duka di Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, membawa harapan bagi keluarga yang berduka. Saat bertemu dengan sang ibu, Herlina, Prabowo berusaha menenangkan dan menunjukkan empati kepada mereka yang kehilangan.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Rumah Duka
Dukacita Herlina semakin mendalam ketika ia mengungkapkan kesedihan mendalam atas kepergian anaknya. Dalam sambutannya kepada Prabowo, ia menyatakan, “Anak saya udah enggak ada, Pak,” dengan nada yang penuh kesedihan.
Presiden Prabowo memberikan pelukan kepada Herlina, menunjukkan kepedulian yang tulus. “Saya turut berbela sungkawa, saya juga sangat menyesali,” ucapnya sambil menggenggam tangan sang ibu.
Belasungkawa ini memberikan sedikit ketenangan bagi keluarga, meskipun rasa kehilangan tetap menyelimuti rumah mereka. Prabowo pun memberikan janji untuk mendukung proses penyelidikan kasus yang menimpa Affan.
Reaksi Keluarga atas Kejadian Tragis
Baik ayah maupun ibu Affan menyampaikan harapan mereka kepada Presiden Prabowo agar kasus ini tidak terlupakan. Mereka berharap agar keadilan dapat ditegakkan demi anak yang mereka cintai.
Dalam momen yang mengharukan, ayah Affan mengungkapkan keyakinan kepada Prabowo. “Kita percaya sama Bapak,” katanya, menunjukkan harapan akan adanya keadilan.
Presiden Prabowo, dalam merespons, berkomitmen untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. “Pasti. Pasti,” jawabnya tegas kepada keluarga yang berduka, memberikan sedikit rasa lega.
Tragedi Demonstrasi yang Menggugah Kesadaran
Kejadian ini menggugah kesadaran masyarakat akan bahaya yang dihadapi para demonstran dan warga sipil. Tragedi yang menimpa Affan menjadi awal perbincangan mengenai keamanan dalam aksi unjuk rasa.
Banyak yang mulai mengingat bahwa setiap kehidupan berharga dan perlu dijaga. Demonstrasi seharusnya menjadi wadah aspirasi, bukan tempat terjadinya kehilangan nyawa.
Komitmen untuk memastikan keselamatan warga perlu diperkuat melalui dialog antara pemerintah dan pihak-pihak yang terlibat. Harapan bagi perubahan ini dimunculkan kembali setelah kejadian tragis ini.
Setiap momen dalam hidup kita adalah pelajaran berharga. Keluarga Affan kini menghadapi tantangan berat, tetapi mereka bertekad untuk memperjuangkan keadilan untuk anak mereka. Mereka tidak ingin tragedi ini berlalu tanpa makna.
Kunjungan Presiden Prabowo menjadi simbol harapan dan pengingat akan tanggung jawab pemerintah. Keluarga dan masyarakat menginginkan jaminan keamanan dan perlindungan bagi setiap individu yang menyuarakan pendapat mereka.
Dengan menyuarakan keinginan mereka untuk keadilan, keluarga Affan ingin agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak. Kita berharap agar tidak ada lagi keluarga yang harus merasakan kehilangan yang sama akibat situasi yang serupa.