Di Terminal Jatijajar Depok, suasana mulai terasa berbeda seiring mendekatnya libur Natal dan Tahun Baru. Lonjakan penumpang terlihat jelas dibanding hari-hari biasa, menunjukkan bahwa banyak masyarakat ingin merayakan momen spesial ini dengan bepergian.
Kepala Terminal Jatijajar, Rafik Hidayat, mengkonfirmasi adanya peningkatan signifikan. Data yang tercatat memperlihatkan banyaknya penumpang yang berangkat ke berbagai daerah, menandakan tingginya antusiasme masyarakat.
“Peningkatan jumlah penumpang cukup terlihat, meski belum sepenuhnya dramatis,” ungkap Rafik saat wawancara pada Selasa, 23 Desember 2025. Ada antisipasi lebih lanjut terkait kemungkinan lonjakan penumpang di hari-hari mendatang.
Rafik menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, terminal ini biasanya menghadapi sekitar 250 hingga 300 penumpang. Namun, menjelang liburan panjang ini, jumlah penumpang bisa melonjak lebih dari 100 persen, yang tentunya menjadi perhatian utama bagi pengelola terminal.
“Kenaikan jumlah penumpang mulai muncul sejak Jumat kemarin dan memasuki hari Senin, penumpang yang berangkat telah mencapai angka 800. Ini adalah indikasi jelas bahwa libur Nataru sangat diminati,” tambahnya.
Mengawali Libur Natal dan Tahun Baru di Terminal Jatijajar
Saat memasuki periode libur, Terminal Jatijajar menunjukkan dinamika yang menarik untuk diamati. Masyarakat yang merencanakan perjalanan tampak lebih antusias dan memadati area keberangkatan dengan keluarga dan barang bawaan.
Seiring dengan kebangkitan semangat berlibur, Rafik menekankan pentingnya persiapan di sisi pengelola. Dengan banyaknya penumpang yang diprediksi akan terus meningkat, semua pihak di terminal bersiap menghadapi kemungkinan arus keberangkatan yang lebih tinggi lagi.
“Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan semua berjalan lancar,” ujarnya. Hal ini menjadi fokus agar pengalaman masyarakat saat berlibur dapat terjaga dengan baik.
Rafik juga menyampaikan bahwa momen ini menjadi kesempatan bagi berbagai operator transportasi untuk berkolaborasi dalam meningkatkan layanan. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan penumpang merasa nyaman dan aman selama perjalanan.
“Meski ada tantangan, kami siap beradaptasi dan belajar untuk meningkatkan kualitas pelayanan di terminal. Keberhasilan kami bergantung pada kepuasan penumpang,” ucapnya optimis.
Kondisi Penumpang Menjelang Puncak Arus Mudik
Meskipun saat ini masih ada potensi peningkatan jumlah penumpang, Rafik merasakan bahwa puncak arus keberangkatan mungkin akan terjadi setelah masa libur sekolah. Banyak orang tua yang menunggu anak-anak mereka libur untuk merencanakan perjalanan.
“Ada beberapa sekolah yang belum libur, sehingga ini memengaruhi kondisi arus penumpang. Kami memperkirakan akan ada lonjakan teman-teman penumpang di sore hari, saat banyak orang sudah merencanakan perjalanan,” ungkapnya.
Menurut Rafik, pengalaman tahun lalu menjadi referensi penting. Pada 22 Desember 2024, jumlah penumpang di terminal ini sempat mencapai 1.300 orang, saat liburan Nataru mencapai puncaknya.
“Setelah melihat pola tersebut, kami tetap berupaya mengantisipasi segala kemungkinan. Kami harap puncak arus mudik tidak terjadi secara bersamaan agar tidak terjadi kepadatan yang berlebihan,” katanya.
Kesiapan ini tentu menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai pengelola terminal. Dukungan dari masyarakat juga sangat diperlukan agar perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Pentingnya Koordinasi dan Persiapan Menyambut Lonjakan Penumpang
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, Rafik menegaskan perlunya koordinasi antara berbagai pihak untuk menjaga kelancaran arus penumpang. Terminal Jatijajar tidak hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan, tetapi juga pusat informasi bagi penumpang yang ingin bepergian.
“Kami mengajak semua pihak untuk bekerja sama, termasuk pihak keamanan untuk menjaga ketertiban,” ujarnya. Setiap langkah kecil dapat berkontribusi pada pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi penumpang.
Rafik juga berharap, dengan adanya peningkatan lalu lintas penumpang ini, sektor ekonomi di sekitar terminal dapat terdampak positif. Usaha kecil dan menengah yang ada di sekitarnya sangat diharapkan untuk mengambil peluang ini.
“Kita semua berharap agar momentum liburan ini tidak hanya berdampak di sektor transportasi, tetapi juga membawa dampak positif bagi ekonomi lokal,” tambahnya.
Kesiapan terminal dalam menangani peningkatan penumpang juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi terminal lain di wilayah tersebut. Hal ini sangat berpengaruh terhadap bagaimana layanan publik di area transportasi bisa lebih optimal selama masa-masa penting seperti saat liburan besar.











