Haluan Bali kini menjadi pelopor dalam dunia fesyen berkelanjutan, merangkai keindahan seni tradisional Indonesia dengan nuansa modern yang ceria. Merek ini meraih pasar internasional, dari Australia hingga Belanda, hanya berawal dari kreativitas yang muncul di tengah pandemi COVID-19.
Pendirinya, Defria Kirana, mengawali perjalanan ini dengan menciptakan jaket yang tidak hanya terlihat modis, tetapi juga nyaman dan inspiratif. Ide ini muncul sebagai respons terhadap suasana yang penuh tantangan saat pandemi melanda rasanya dunia.
Setiap desain Haluan Bali diukir dengan teliti, mengangkat tema Nusantara yang kental sambil tetap mempertahankan elemen warna yang menarik perhatian. Seiring waktu, usaha ini berkembang pesat, menambah lini produk seperti kemeja dan outer yang sporty dan fashionable.
Menggandeng Teknologi dalam Kreativitas Fesyen
Dengan latar belakang di bidang teknologi informasi, Defria Kirana terus berinovasi agar produk-produk Haluan Bali tetap relevan. Konsep ‘Baju Bisa Bicara’ menjadi ciri khasnya, memanfaatkan Augmented Reality (AR) untuk memberikan pengalaman unik bagi pelanggan.
Teknologi AR memungkinkan pelanggan untuk memindai pakaian dan menyaksikan video yang berisi cerita menarik tentang Indonesia. Inovasi ini tidak hanya menambah nilai produk, tetapi juga mendekatkan masyarakat dengan kekayaan budaya lokal.
Defria menyampaikan, “Kami ingin setiap produk bukan sekadar baju, tetapi juga karya yang menyampaikan cerita.” Melalui media ini, Haluan Bali mampu menunjukkan identitas serta keindahan Indonesia kepada dunia luar.
Komitmen terhadap Keberlanjutan dan Pemberdayaan Perempuan
Haluan Bali berkomitmen untuk menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain mengurangi ketergantungan pada polyester, kini mereka menggunakan kain organik untuk setiap produknya.
Defria juga aktif memberdayakan perempuan di Jimbaran dan sekitarnya, melibatkan mereka dalam setiap proses produksi hingga pemasaran. Ini menjadikan Haluan Bali tak sekadar merek fesyen, tetapi juga sarana pemberdayaan sosial yang bermakna.
Melalui kolaborasi ini, banyak perempuan yang mampu meningkatkan skill dan pendapatan, ikut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi lokal. Haluan Bali menggambarkan pentingnya sinergi antara bisnis dan masyarakat dalam menciptakan dampak positif.
Peluang dan Tantangan di Pasar Global
Selain produk yang diminati di pasar lokal, Haluan Bali juga telah berhasil menembus pasar internasional, seperti Jepang. Penjualan yang stabil, mencapai lebih dari 100 produk per bulan, menunjukkan betapa kuatnya daya tarik merek ini di berbagai lapisan masyarakat.
Defria Kirana mengungkapkan bahwa meski perjalanan Haluan Bali masih panjang, mereka optimis akan masa depan yang cerah. Dengan desain yang bermakna dan teknologi inovatif, merek ini siap menghadapi tantangan dan melangkah lebih jauh.
Bergabung dalam Program Pengusaha Muda BRILIaN 2023 dan meraih Juara Harapan 1 menjadi salah satu prestasi penting, menunjukkan keberhasilan bisnisnya melalui inovasi yang terus dikejar.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan yang berkomitmen terhadap pengembangan UMKM, Haluan Bali mendapatkan kesempatan untuk berekspansi lebih jauh. Dukungan ini memungkinkan mereka untuk menjangkau audiens yang lebih luas, menciptakan dampak yang lebih besar dalam masyarakat.
BRI berperan aktif dalam memfasilitasi pertumbuhan bisnis kecil seperti Haluan Bali, menjadikan mereka contoh nyata dari kombinasi inovasi dan kreativitas dalam menghadapi tantangan global. Haluan Bali terus mengukir langkah demi langkah, menuju pengakuan di panggung dunia.
Ketika ditanya tentang harapannya ke depan, Defria dengan optimis menyatakan bahwa Haluan Bali akan terus bertransformasi dan beradaptasi dengan pasar. Dengan dukungan dan semangat yang ada, mereka yakin bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi dunia fesyen berkelanjutan.