Peluang usaha yang sepertinya kecil dan sederhana bisa berbuah manis jika dijalani dengan tekad dan kerja keras yang tinggi. Prinsip ini dipegang erat oleh seorang pelaku usaha bernama Sari Handayani Daulay, seorang wanita inspiratif asal Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara.
Usahanya dimulai pada tahun 2015 dengan membuat es buah yang ia jual keliling kampung serta menitipkannya di kedai-kedai kecil. Dari momen ini, Sari mulai melihat peluang untuk menjual mainan anak yang saat itu sangat sulit ditemukan di daerahnya.
Sari menjelaskan, “Awalnya hanya jualan es buah, tapi saya melihat banyak anak-anak yang kesulitan mendapatkan mainan. Akhirnya, saya berinisiatif untuk menjual mainan eceran demi membantu perekonomian keluarga.” Langkah ini menjadi cikal bakal perjalanan panjangnya di dunia bisnis.
Tentu saja, perjalanannya tidak tanpa tantangan. Salah satu rintangan yang dihadapi adalah kewajiban untuk memenuhi minimal pengambilan barang agar bisa mendapatkan harga lebih murah dari distributor. Kesulitan modal juga sempat menjadi penghambat bagi Sari untuk mengembangkan usaha.
Namun, tantangan ini mulai teratasi ketika seorang petugas BRI mengunjungi lingkungan tempat tinggalnya. Melalui pertemuan tersebut, Sari menjadi akrab dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang menawarkan solusi pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Ada seorang petugas BRI yang mungkin kaget dengan usaha saya, lalu memperkenalkan KUR BRI kepada saya. Dia menjelaskan mekanisme dan syaratnya, dan dari situ saya mulai tertarik untuk mencobanya,” tambah Sari menceritakan pengalamannya.
Proses pengajuan KUR terbilang cukup mudah dan cepat. Pengajuan pertamanya memberikan pinjaman sebesar Rp5 juta, yang setelah pelunasan kemudian meningkat menjadi Rp25 juta pada pengajuan kedua. Dana tersebut langsung digunakan untuk memperluas usaha, seperti merekrut pegawai dan merintis peluang usaha baru.
Ketika pandemi COVID-19 melanda, Sari melihat munculnya kebutuhan baru di tengah masyarakat: pendampingan belajar bagi anak-anak yang tidak bisa mengikuti sekolah tatap muka. Dari situ, Sari mendirikan bimbingan belajar yang juga diapresiasi oleh banyak orang di sekitarnya.
Sari juga memperluas usaha dengan membuka layanan laundry express, yang didukung oleh pinjaman BRI sebesar Rp100 juta pada tahun 2023. Usaha ini mendapatkan respons positif dan terus berkembang hingga kini.
Dengan semua perkembangan ini, Sari terbukti mampu mengelola usaha dengan baik. Usaha mainan anak sekarang dilanjutkan oleh adiknya, sementara Sari kini lebih fokus pada bimbingan belajar serta layanan laundry express yang terus berkembang pesat.
“KUR benar-benar sangat membantu, terutama di awal perjalanan usaha saya. Kemajuan bisnis yang saya nikmati saat ini tentu berkat KUR BRI. Proses pencairan dana pun cukup cepat, biasanya hanya memakan waktu sekitar 3-4 hari,” ungkap Sari. Dia juga membandingkan pengalaman meminjam uang di tempat lain yang justru membuatnya terjebak dalam utang.
Sari menambahkan, “Saat meminjam uang di tempat lain, uangnya habis untuk membayar utang, tapi di BRI, bunga yang ditawarkan sangat ringan sehingga tidak memberatkan saya sebagai pemilik usaha.” Ini menunjukkan betapa pentingnya aksesibilitas untuk pelaku usaha kecil.
Corporate Secretary BRI, dalam penjelasannya, mengungkapkan bahwa KUR BRI ditujukan untuk membantu para pelaku UMKM agar semakin produktif. Pembiayaan KUR diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap penguatan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
“Kisah Sari Handayani Daulay menjadi contoh nyata bagaimana pendanaan KUR dapat mendukung pertumbuhan usaha UMKM di daerah. Kami juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan pemberdayaan bagi para pelaku usaha agar bisa ‘naik kelas’,” imbuhnya optimis.
Dia juga menjelaskan bahwa KUR BRI bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi menjadi katalis yang dapat menggerakkan ekonomi rakyat. Langkah ini adalah bagian dari peran aktif BRI dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana UMKM berperan sebagai pilar utama.
Hingga akhir Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebanyak Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur. Penyaluran ini didominasi oleh sektor produksi, mencakup bidang pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, dan berbagai jasa lainnya, dengan porsi sebesar 64,49% dari total penyaluran.
Sektor pertanian menjadi pilar utama dengan pembiayaan mencapai Rp80,09 triliun atau setara dengan 44,97%. Capaian ini sangat mencerminkan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.











